|
Orientalisme : Sebuah Pengantar |
|
|
|
|
Written by Daud Rasyid
|
|
Tuesday, 06 November 2007 |
|
Orientalisme : Sebuah Pengantar Islam sebagai knowledge (Tsaqofah) memang merupakan bidang yang terbuka luas bagi siapa saja yang ingin melakukan kajian terhadap dien ini. Konsekuensi sebagai obyek kajian akan membuka peluang untuk diberi interpretasi oleh si pengkaji, peneliti (researcher) secara benar atau salah. Apalagi yang melakukan kajian itu sejak dari awal sudah membuat prakonsepsi terhadap Islam, seperti sikap apriori, kebencian dan permusuhan. Maka kajian yang akan dihasilkannya akan sarat dengan distorsi, penyimpangan dan pemutarbalikan fakta. |
|
Last Updated ( Wednesday, 07 November 2007 )
|
|
Read more...
|
|
|
Islam inklusif Kang Jalal (2) |
|
|
|
|
Written by Daud Rasyid
|
|
Tuesday, 06 November 2007 |
|
ANTARA PERANG DAN KEMULIAAN AKHLAK Nabi ` bersabda bersabda dalam haditsnya yang shahih: أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ الله. وَيُؤْمِنُوا بِي وَبِمَا جِئْتُ بِهِ. فَإِذَا فَعَلُوا ذٰلِكَ عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ إِلاَّ بِحَقِّهَا. وَحِسَابُهُمْ عَلَى الله "Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak disembah melainkan hanya Allah semata, serta beriman kepadaku dan dengan apa yang aku bawa. Jika mereka melakukan hal itu, maka mereka telah menjaga darah dan harta mereka kecuali dengan haknya. Sementara hisab mereka diserahkan kepada Allah."11 |
|
Last Updated ( Tuesday, 11 December 2007 )
|
|
Read more...
|
|
|
Islam inklusif Kang Jalal (1) |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Tuesday, 06 November 2007 |
|
Telaah Kritis Atas Islam Inklusif Kang Jalal
إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتَ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَه، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَه، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَه وَأَشْهَدُ أَنَّ محمداً عَبْدُه ورسولُه، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا وَسَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ سَارَ عَلَى نَهْجِهِمْ أَجْمَعِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ: Pada hari Rabu, 14 Syawwal 1426 H atau tanggal 16 November 2005, seperti biasanya BSM mengadakan kajian rutin mingguan. Pada kesempatan tersebut yang mendapat kesempatan sebagai pemateri kajian adalah Kang Jalal, dengan tema "Islam dan Pergeseran Peradaban", meskipun ternyata isi kajiannya sedikit keluar jalur dari inti temanya. Sebab Kang Jalal boleh dikatakan lebih banyak berbicara dan menyinggung paham ekslusifisme, inklusifisme, dan pluralisme dalam Islam. Selanjutnya Kang Jalal sendiri menyatakan bahwa dia adalah seorang inklusif-semi pluralis. |
|
Last Updated ( Tuesday, 11 December 2007 )
|
|
Read more...
|
|
|
Sebuah solusi di tengah pergolakan pemikiran |
|
|
|
|
Written by Daud Rasyid
|
|
Tuesday, 06 November 2007 |
Dewasa ini jumlah pemikiran dan pemahaman yang mengatasnamakan Islam mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini membuat banyak kaum muslimin dilanda kebingungan yang amat sangat. Tulisan singkat berikut mencoba menawarkan satu solusi yang bisa dijadikan tolak ukur untuk menimbang dan menyikapi masalah ini. |
|
Last Updated ( Tuesday, 06 November 2007 )
|
|
Read more...
|
|
|
Berbagai masalah bank syariah |
|
|
|
|
Written by Daud Rasyid
|
|
Tuesday, 06 November 2007 |
|
1. Nama Bank Syari’ah Di luar Indonesia, di negara manapun, bank yang beoperasi menurut sistem syari’ah, biasanya menggunakan sebutan ‘Islamic bank’. Berbeda halnya dengan di Indonesia yang memakai istilah ‘Bank Syari’ah’. Banyak interpretasi tentang masalah ini. Ada yang mengaitkannya dengan soal politik. Menurut analisa sementara, lahirnya Perbankan Syari’ah waktu itu pada saat orde baru berkuasa. Jadi semangat kecurigaan kepada simbol-simbol Islam amat sangat kuat. Sementara kecenderungan penguasa orde baru waktu itu kepada Islam sudah mulai terlihat. Untuk mengurangi kecurigaan itu diambillah jalan tengah, tidak menggunakan secara langsung kata ‘Islam’, tetapi menggunakan istilah syari’ah. Namun dengan perjalanan waktu, sudah saatnya istilah yang asli dikembalikan. Alasannya, pertama untuk keseragaman (unifikasi). Kedua, sistem yang satu ini memang aslinya adalah sistem yang melekat pada Islam,untuk membedakannya dengan sistem lain yang non Islam (non-Islamic system). |
|
Last Updated ( Tuesday, 06 November 2007 )
|
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>
|
| Results 1 - 9 of 11 |