|
Agenda keagamaan pemerintah reformasi |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Monday, 09 September 2002 |
|
Hari demi hari, reformasi terus bergulir dan rakyat Indonesia terus menantikan perubahan-perubahan mendasar dalam berbagai bidang kehidupan dari sistem orde baru yang bercirikan KKN, penyimpangan dan kesewenang-wenangan penguasa. Di tengah hirukpikuknya agenda yang disodorkan oleh masyarakat kepada pemerintah reformasi, sepertinya ada aspek yang hampir luput dari sorotan para ahli dan tokoh-tokoh reformasi, yakni aspek keagamaan. Padahal sisi ini tidak kalah pentingnya harus direformasi ketimbang sisi-sisi lainnya, sebab unsur-unsur KKN, penyimpangan, otoriter kekuasaan telah merambah hingga ke masalah-masalah keagamaan yang selama ini mendapat penghargaan yang sangat tinggi dari seluruh komponen bangsa. Pemerintah reformasi di bawah kepemimpinan Presiden Habibie seharusnya menunjukkan keberaniannya melakukan perubahan-perubahan mendasar dalam bidang keagamaan dari kebijakan yang diterapkan oleh Suharto pada masa orde baru. Diantara agenda-agenda itu ialah: |
|
Read more...
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Monday, 09 September 2002 |
|
Dalam konteks sejarah perjuangan (sirah) Nabi saw., hijrah merupakan babak perjuangan yang signifikan. Hijrah yang berarti perpindahan komunitas muslim dari Mekah ke Madinah, merupakan starting point bagi tegaknya sebuah negara yang dibangun atas landasan Islam. Negara dalam arti yang sesungguhnya. Di sana ada pemerintah yang berkuasa yang dipimpin oleh Nabi Muhammad saw. sendiri yang menjalankan hukum dan roda pemerintahan. Di sana ada rakyat yang mendiami teritorial tertentu yaitu Madinah. Rakyatnya terdiri dari beberapa etnis dan suku. Dan di sana ada sistem yang berdiri sendiri, tidak tunduk pada kekuasaan lain. Sistem itu dipatuhi oleh segenap rakyatnya. |
|
Read more...
|
|
|
Peluang dan tantangan penerapan syariah di Indonesia |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Monday, 09 September 2002 |
|
Dalam catatan sejarah, Islam masuk ke Indonesia sejak abad pertama hijriah, tidak jauh berbeda dengan negeri-negeri lainya seperti Spanyol di Eropa. Dan disebutkan daerah pertama yang dimasuki Islam adalah wilayah pesisir pantai Sumatera, lebih tepatnya kota Barus. Daerah ini adalah pintu gerbang masuknya Islam ke bumi nusantara. Dan dari sini Islam terus menyebar ke berbagai pulau seperti Jawa, kalimantan dan seterusnya ke bagian Timur Indonesia. Bahkan Islam-lah yang pertama sekali masuk di Irian Jaya (daerah Fa`fa`) sebelum masuknya zending Kristen yang dibawa oleh kolonial Belanda. |
|
Read more...
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Monday, 09 September 2002 |
|
Dalam pandangan Islam, semua manusia adalah makhluk Allah -subhanahu wata’ala-, yang diciptakan untuk mengabdi kepada-Nya. Tinggi rendah manusia tidak diukur dari ras, etnis atau darah keturunannya, akan tetapi dari tingkat ketaqwaan. Orang yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling taqwa (lih. QS. Al Hujurat:13). Hal demikian ini ditegaskan kembali oleh Rasulullah SAW dalam khuthbah perpisahan beliau. Diskriminasi atas dasar warna kulit dan suku bangsa sama sekali tidak mendapat tempat dalam Islam. |
|
Read more...
|
|
|
Peluang menerapkan syariah di bumi Melayu Riau di era otonomi daerah |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Monday, 09 September 2002 |
|
Dalam catatan sejarah, Islam masuk ke Indonesia sejak abad pertama hijriah, tidak jauh berbeda dengan negara-negara lainya seperti Spanyol di Eropa. Dan disebutkan daerah pertama yang dimasuki Islam adalah wilayah pesisir pantai Sumatera, lebih tepatnya kota Barus. Daerah ini adalah pintu gerbang masuknya Islam ke bumi nusantara. Dan dari sini Islam terus menyebar ke bebragai pulau seperti Jawa, kalimantan dan seterusnya ke bagian Timur Indonesia. Bahkan Islam-lah yang pertama sekali masuk di Irian Jaya (daerah Fa`fa`) sebelum masuknya zending Kristen yang dibawa oleh kolonial Belanda. |
|
Read more...
|
|
|
|